6 Fitur Top WordPress 3.0

4 Jul

Pendahuluan

WordPress anda pasti sudah tahu lah ya kan? mari kita rewind dulu deh biar bisa ingat semua :-). WordPress adalah sebuah CMS atau Content Management System dalam bentuk sebuah blog. (Langsung ke intinnya yah saya males ngetik) WordPress dibedakan menjadi dua WordPress.Org atau biasa dikenal dengan WordPress Self-Hosting dan WordPress.com yang seperti blog saya saat ini nih namanya WordPress.com karena dihosting dan disimpan oleh WordPress enggak pake hosting kita sendiri jadi ya harap maklum ga bisa seenaknya sendiri (bahasa jawanya gak iso sak’ penake dewe).

Nah baru – baru ini WordPress telah merilis jenis terbaru yaitu WordPress 3.0 yang memang sudah ditunggu – tunggu oleh fans wordpress seperti saya ini. Langsung saja lihat tulisan dibawah ini untuk fitur – fitur baru yang udah dibikin oleh si Matt Mullenweg ini πŸ™‚

1. WP-MU Terinstalasi

Sekarang WordPress 3.0 bisa mengatur beberapa blog berbeda dari satu instalasi loh. Sebelumnya, jika kamu pengen melakukan hal tersebut maka kamu harus menginstall WordPress MU itu loh Multiuser edition πŸ™‚ Masih belum tahu ? Gimana yah pokoknya intinya mirip kayak WordPress.com deh.

Beberapa hal yang umumnya harus wajib diperhatikan ketika menjalankan WordPress MU adalah berhati – hati dalam mengupgrade ke 3.0. Gunakan website tes buat mastiin bahwa semua plugin WPMU bekerja sebelum digunakan. Kamu ga pengen kan ada ratusan (lebay~) klien yang marah gara – gara blognya ga bisa diakses ?

Fungsi multiusernya secara default akan non aktif ketika kamu menginstall atau mengupdate WordPress 3.0. Supaya bisa digunakan kamu harus mengedit sebuah baris dalam file wp-config.php tepat diatasnya /* That's all, stop editing! Happy blogging. */:

define('WP_ALLOW_MULTISITE', true);

Mungkin sebaiknya kamu mesti merujuk ke WordPress documentation deh daripada asal – asalan baca disini terus blog kamu kenapa – napa bisa – bisa aku yang kamu salahin, aku kan cuma kasih informasi ga ikut – ikutan πŸ™‚

Hal tersebut akan mengaktifkan opsi Jaringan dan bakalan muncul di menu Pengaturan, dimana kamu bisa mengaksesnya di Pengaturan – Network. Ketika kamu mengakses halaman tersebut, kamu akan disambut oleh sebuah installer yang akan menanyakan anda memilih menginstal sebuah blog dalam subdirektori atau subdomain.

Contoh Network

Dari sini, kamu harus mem paste nya kedalam wp-admin.php dan .htaccess yang baru. WordPress 3.0 akan menuntun kamu hingga instalasi mode Network selesai.

2. Custom Post Types

Untuk ini sih sebenernya saya belum terlalu figured it out tapi menurut dokumentasi yang ada sih Custom Post Types ini lebih diarahkan kepada penggunaan WordPress sebagai CMS seperti Joomla, ataupun dalam mendukung pembuatan Blogazine, menarik untuk di eksplore lebih jauh bukan Β πŸ˜€ Eksplore sajah, saya sudah pusing gamau ahh XD

3. Kustomisasi Menu Navigasi

Fitur simpel ini memperbolehkan kamu untuk membuat menu kustom, lengkap dengan kategori, tag, posting, halaman dan semua hal dari taksonomi WordPress, menggunakan interface drag n drop (wow!) yang memperbolehkan kita untuk mengorganisasikannya, dan mengaturnya dengan menggeser seperti lalat yang terbang hahaha πŸ˜€

4. Taksonomi πŸ˜€

Taksonomi yang ada di WordPress kali ini pada dasarnya sama kaya meta information yang lainnya tapi gimana ya ngejelasiinya, ini wes ada eksplanasi dari Brian Cashel nya Mashable mungkin lebih mudeng

Kita katakan saja anda adalah fanatik film dan menggunakan blog WordPress anda untuk menulis review dan me rate film yang baru. Anda bisa menggunakan taksonomi yang ada untuk “Rating,” dan menambahkan R, PG-13,PG, G untuk setiap review.

Contoh lainnya adalah website listing real estate. Selain menambahkan foto dan deskripsi, anda mungkin ingin menambahkan taksonomi untuk menampilkan spesifikasi tiap properti seperti harga yang diminta, jumlah kamar, tahun pembuatan, dll.

Sudah jelas penjelasannya dari Brian Cashel ? pastinya sudah dong, jadi gimana cara bikinnya ? masukan kode dibawah ini kedalam functions.php

register_taxonomy('test', 'post', array(
'hierarchical' => false,  'label' => 'test',
'query_var' => true, 'rewrite' => true));

Jangan lupa ganti test dengan nama yang diinginkan

5. Tema Default yang baru The Twentyten Theme

Self Explanation πŸ˜€

6. URL Shortener (cuma Self Hosting)

Sebenernya bukan terhitung fitur baru sih, and menurutku juga useless, karena sangatlah tidak SEO effective karena link yang digunakan sangatlah rumit dan berkode yang tidak dipahami oleh manusia maupun mesin pencari

ex : http://grahadesain.com/?p=400 Anda tahu ini posting tentang apa ?

Sumber : http://www.cherrysave.com/web-design/wordpress-3-0-released-the-top-7-new-features/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: