5 Kesalahan tipografi yang sering terjadi

16 Agu

Tujuan posting ini sih buat ngebantuin desainer sama klien yang paham tentang betapa pentingnya skill dalam tipografi, sambil menghindari kesalahan biasa. Sebagai catetan kebanyakan kesalahan dibawah ini bersifat subjektif dan bisa berubah tergantung proyek, tujuan yang diinginkan.

Btw maaf yah kalo tempo waktu postingnya lama banget, ini aja saya sempet – sempetin bro, gapapa kan? harap dimaklumi 🙂 jadi OOT neh, yaudah langsung baca aja deh, keburu kabur anda 😀

1. Kurangnya Leading (Jarak antar baris)

Leading/Jarak antar baris bisa membuat tingkat pembacaan teks (readibility) dari paragraf kita meningkat, memudahkan para pembaca untuk mengikuti baris yang dibaca tanpa kehilangan jejak. Terlalu sedikit jaraknya maka akan membuatnya terlihat rumit. Ini penting lho, mengingat masing – masing font butuh leading yang berbeda. Tergantung kettingian/heights font yang kita gunakan.

2. Kurangnya Tracking (Jarak antar kata)

Tracking/jarak antar kata diaplikasikan pada kumpulan kata (ya iyalah, masa kumpulan bencong). Fungsinya sih sama juga buat ningkatin tingkat readibilitasnya, tapi harus diukur juga karena tiap font kan punya density/weight/ketebalan yang berbeda – beda.

3. Panjangnya suatu Paragraf

Membaca terlalu banyak baris bikin mata capek lho. Pembaca dipaksa (ga enak ya bahasanya) buat gerakin kepala dan mata mereka untuk membaca dari baris ke baris. Dari beberapa sumber yang terpercaya (Liputan 6, Lintas Berita, heheh kidding) paragraf yang bagus itu cuma punya sebanyak 50 – 60 karakter

4. Terlalu banyak tipe font

Terlalu banyak tipe font dalam satu halaman bisa sangat menggangu lho dan bikin tulisan kita jadi gak konek. Coba pake paling enggak kurang dari 3 font per proyek. Terlalu banyak ketebalan/weight juga bisa bikin pembaca bingung mana sih elemen penting yang ingin diutarakan dalam halaman tersebut.

5. Tidak tahu apa itu sistem Grid

Menjadi seorang tipografer *ceilee*, mengerti tentang sistem grid itu menjadi salah satu hal yang paling hebat yang pernah saya pelajari. Sistem grid menjadi basis dalam membuat tipografi dan layout kita lebih komprehensif. Coba cek The Grid System buat link dan resource tentang sistem grid

Punya opini lain? utarakan dong 🙂

Iklan

8 Tanggapan to “5 Kesalahan tipografi yang sering terjadi”

  1. ierone 4 famouser Agustus 17, 2010 pada 7:04 am #

    wah, baru tahu aku…
    Bukan tipografer sih…
    Tapi tetep berguna 😀

  2. Asop Agustus 17, 2010 pada 11:48 am #

    Harus telaten ya.. 😮

  3. dani Agustus 18, 2010 pada 3:59 am #

    Graha,
    Kenapa tidak sekalian dibuat 10 saja (thedesigncubicle dot com/2008/12/10-common-typography-mistakes/)? Jangan sampai ryosaeba.wordpress.com bikin kerjaan lagi. 🙂

    Tulisan sebelumnya juga! Sampai kapan?

    Ya ini saya (lagi). Bukan anonim.

    • Graha Agustus 18, 2010 pada 8:15 am #

      Hhahah maap mas, sampek gak males buat nulis 🙂
      entar deh bikin yang murni

      • dani Agustus 18, 2010 pada 12:00 pm #

        Graha,
        [OOT] Ya setidaknya mencantumkan sumber lah, lebih damai dunia akhirat rasanya. 🙂

      • grahadesain Agustus 18, 2010 pada 6:43 pm #

        Cuma kasi track back kurang yah? 😀

      • dani Agustus 18, 2010 pada 7:01 pm #

        Graha,
        Menurut saya, umumnya ‘trackback’ sudah cukup jujur, etis, dan sehat. Kecuali lisensi menuntut berbeda.

  4. Lance V. Freeman Januari 28, 2013 pada 12:06 pm #

    ka’…. itu tepung maizenanya cuma buat taburan aja yach? gak di campur ke dalam tepung terigunya buat adonan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: